BIOGRAFI
Biografi
Kompetensi Dasar
3.14 Menilai hal yang dapat diteladani dari
teks biografi
4:14 Mengungkapkan kembali hal-hal yang
dapat diteladani dari tokoh yang terdapat
dalam teks biografi yang dibaca secara
tertulis
3.15 Menganalisis aspek makna dan
kebahasaan teks biografi
4.15 Menyusun teks biografi
3.14 Menilai hal yang dapat diteladani dari
teks biografi
RINGKASAN MATERI
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seorang tokoh. Dalam kisah ini, tokoh diceritakan sebagai figur yang memiliki pengalaman menarik untuk disimak dan ditiru. Di samping itu, penetapan tokoh yang ditulis biografinya ikut menentukan wibawa dan martabat tokoh. Oleh karena itu, biasanya biografi berkisah tentang sisi kehidupan dari tokoh terkenal. Selain itu, dalam biografi, dikisahkan pula perjalanan hidup yang menarik karena berkaitan dengan hambatan dan cobaan yang dialami tokoh.
Dalam biografi dijelaskan secara lengkap kehidupan dupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua. Beberapa tokoh biografi lain bahkan mengisahkan grah yang sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan secara detail juga. Hal ini disampaikan kepada pembaca agar pengalaman hidup tokoh bisa diambil manfaatnya untuk kehidupan di masyarakat. Keteladanan sikap dan kehidupan tokoh juga bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.
Teks biografi disusun oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri. Data dalam biografi tidak sekadar biodata dan daftar pengalaman yang dialami, tetapi berisi rangkaian pengalaman yang disusun secara detail dan urut. Biografi juga bercerita tentang perasaan yang dialami tokoh saat terlibat dalam peristiwa-peristiwa yang penuh tantangan.
Hal-hal menarik dalam biografi dapat diungkapkan kembali dengan cara:
1. membaca buku biografi dengan sungguh-
sungguh
2. mencatat hal-hal baik yang ada pada tokoh,
3. mencatat pengalaman menarik tokoh
4. merangkum nilai-nilai keteladanan yang
dimiliki tokoh.
4.14 Mengungkapkan kembali hal-hal yang
dapat diteladani dari tokoh yang terdapat
dalam teks biografi yang dibaca secara
tertulis
RINGKASAN MATERI
Kamu dapat menemukan nilai-nilai yang bisa dipakai sebagai contoh keteladanan setelah membaca biografi seorang tokoh. Tokoh tersebut bisa memberikan teladan tentang (1) cara hidup yang benar, (2) cara mengatasi masalah, (3) sikap sosial di masyarakat, (4) ketekunan beribadah, (5) semangat membela kebenaran, (6) sikap kepahlawanan, dan lain-lain.
Keteladanan tersebut diungkapkan sebagai isi utama penulisan biografi, baik dengan tokoh wanita maupun tokoh pria. Sebagai contoh, banyak pahlawan wanita di Indonesia yang turut berjuang melawan penjajah Belanda serta ikut memikirkan nasib bangsa di masa depan. Mereka berjuang dari daerah dengan menggunakan konsep berpikir yang kuat bahwa membela bangsa dan negara menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia. Beberapa tokoh wanita pejuang di Indonesia antara lain Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan Martha Christina Tiahahu.
Berikut akan dipaparkan nilai-nilai yang dapat dipakai sebagai teladan dari para tokoh wanita dalam biografi yang ditulis.
1. Semangat ingin maju
Para tokoh menginginkan adanya perbaikan
nasib wanita. Salah satu cara untuk
memajukan wanita, yaitu dengan mendidik
mereka agar memiliki derajat yang sama
dengan pria. Semangat seperti ini bisa
diteladani dari Raden Ajeng Kartini,
2. Pendidikan
Para tokoh menunjukkan sikap
nasionalisme dengan memperjuangkan hak
para wanita Indonesia untuk mendapatkan
pendidikan. Mereka ingin membuat
Indonesia lebih baik lagi dan tak hanya
diam menerima kenyataan bahwa
negaranya sedang dijajah dan susah untuk
membuat sekolah atau tak memiliki hak
suara,
3. Nasionalisme
Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh
Darussalam, yang terus berjuang
menegakkan prinsip nasionalisme hingga
meninggal di tangan tentara Belanda.
Wanita ini menjadi contoh pemegang
prinsip nasionalisme yang hingga titik
darah penghabisan tetap memegang
prinsip tak akan mau tunduk kepada
penjajah.
Itulah beberapa petikan kisah hidup para tokoh wanita Indonesia. Kamu dapat mengambili manfaat dari keteladanan yang mereka tunjukkan kepada bangsa Indonesia. Semoga kamu dapat belajar dari biografi tokoh dan dapat menerapkannya pada saat ini.
3.15 Menganalisis aspek makna dan
kebahasaan teks biografi
RINGKASAN MATERI
Menganalisis dapat diartikan dengan melakukan kegiatan pencermatan lebih dalam tentang objek yang diamati. Dalam kaitannya dengan biografi, analisis dilakukan terhadap makna yang dikandung dan aspek kebahasaan yang digunakan. Makna berkaitan dengan nilai dan manfaat yang diperoleh, sedangkan kebahasaan berkaitan dengan penggunaan unsur bahasa, seperti, kata, frasa, kalimat, dan gaya penulisan.
Kamu sudah mengetahui bahwa biografi merupakan karangan sejarah hidup seorang tokoh yang di dalamnya berisi kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Biodata dan segala permasalahan yang dialami tokoh tertulis dalam biografi. Pengalaman yang baik serta kejadian menarik yang mampu menjadi insiprasi pembaca juga terdapat di dalamnya. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga dalam biografi. Oleh karena itu, pembaca bisa mendapatkan berbagai manfaat dan makna untuk kehidupan.
A. Makna dan Manfaat
Beberapa makna dan manfaat yang dapat diambil dari biografi bisa dibaca pada paparan berikut.
1. Menciptakan rasa hormat kepada tokoh.
2. Pembaca dapat meneladani sikap dan
perilaku tokoh.
3. Pengalaman hidup tokoh dapat menjadi
contoh kehidupan di masyarakat.
4. Pembaca dapat meniru kesuksesan hidup
tokoh.
5. Kisah hidup tokoh bisa menjadi inspirasi
penulisan biografi tokoh lain.
Di samping itu, pembaca akan mendapatkan hal-hal baik dari-tokoh seperti:
(1) riwayat hidup
(2) pandangan hidup,
(3) sikap atau cara hidup,
(4) riwayat pendidikan,
(5) penghargaan yang diperoleh,
(6) keputusan besar yang diambil, dan
(7) hambatan dan tantangan yang dihadapi.
Hal-hal tersebut dapat dijadikan acuan bagi
pembaca untuk mengambil makna dan
manfaat bagi kehidupan di masyarakat.
B. Aspek Kebahasaan
1. Kata penghubung antarfrasa dan
antar kalimat
Contoh:
a. la dibuang ke Belanda bersama kedua
rekannya dan kembali ke Tanah Air pada
tahun 1918 setelah memperoleh
Europeeshce Akte.
b. Sutan Syahrir masuk sekolah terbaik pada
zaman kolonial Belanda karena lahir di
keluarga yang kondisi ekonominya
berkecukupan. la memulai pendidikannya
di ELS (Europeesche Lagere School) atau
setingkat sekolah dasar.
c. Sutan Syahrir melihat adanya diskriminasi
oleh pemerintahan kolonial Belanda
ketika itu terhadap kaum pribumi,
terutama di bidang pemerintahan banyak
posisi penting di pemerintahan dijabat
oleh orang Belanda den kaum pribumi
sendiri hanya dijadikan sebagai pegawai
rendahan karena faktor pendidikan.
2. Kata ganti nama
Contoh:
a. Pengalamannya dalam berorganisasi
ketika masih menjadi pelajar dan juga
ketika kullah di Belanda membuat ia
segera bergabung dengan Partai Nasional
Indonesia (PNI Baru) yang diketuainya
pada tahun 1932.
b. Douwes Dekker diketahui memiliki
saudara berjumlah tiga orang Pendidikan
Douwes Dekker pertama kali dimulai di
Kota Pasuruan, Tamat dari sana, ia
kemudian masuk HB5 di Surabaya.
3. Kata kerja
Contoh:
a. Pada tanggal 25 Desember 1912. Douwes
Dekker bersama Suwardi Suryaningrat
dan dr. Cipto Mangunkusumo mendirikan
sebuah partai politik yang berhaluan
nasionalis pertama yang bernama
Indische Partij. Dalam waktu yang tidak
terlalu tama, partai ini dapat menghimpun
anggota hingga mencapai 5000 orang dan
sangat populer di kalangan pribumi
Indonesia.
b. Oleh Jepang, Supriyadi kemudian
ditugaskan di Blitar, Jawa Timur, la
membawahkan pasukan Peleton I dan
Kompi Ill yang bertugas memberi bantuan
senjata berat.
4. Keterangan
Contoh:
a. Pada tahun 2009, ia kemudian mulai
mengikuti kompetisi balap banyak seri
seperti Australian Drivers Championship,
Asian Formula Renault Challenge dan
BMW Pacific. Dalam kejuaraan BMW
Pacific, ia bergabung dalam tim Meritus
asal Malaysia dan Rio Haryanto berhasil
memenangkan 11 seri dari 15 seri secara
keseluruhan.
b. la melanjutkan pendidikannya di MOSVIA
(Middelbare Opleiding School voor
Inlandsche Ambtenaren), sekolah
yang mendidik kaum bangsawan untuk
menjadi pegawai pemerintahan atau
pamong praja pada masa kolonial
Belanda.
4.15 Menyusun teks biograf
RINGKASAN MATERI
Sebagai karya tulis yang memuat kisah hidup tokoh dengan segala pengalaman dan rangkaian peristiwa yang autentik, penulis biograf harus cermat dalam menyusun biografi ini. Hal ini penting untuk diperhatikan karena biografi yang akan dipublikasikan di masyarakat diasumsikan sebagai karya yang objektif dan dapat dipakai sebagai acuan kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, penyusun biografi harus memperhatikan hal yang berkaitan dengan isi, tata tulis, gaya penulisan, dan langkah-langkah penulisannya.
Ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum menulis biografi, yaitu:
1. Biografi harus mengungkapkan data tokoh
secara autentik berdasarkan dokumen asli.
Data atau keterangan yang digunakan harus
benar-benar terjadi dan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya
2. Biografi harus mengungkapkan kepribadian
tokoh secara seimbang antara yang baik dan
kurang baik. Kelebihan dan kekurangan
tokoh, pengalaman hidup, cara mengatasi
masalah diterangkan dengan baik agar bisa
menjadi acuan pembaca dalam mengambil
sikap.
3. Biografi disusun dengan menggunakan
urutan waktu, peristiwa, dan tempat yang
jelas.
4. Biografi disusun dengan menggunakan
teknik penulisan narasi, eksposisi, dan
deskripsi. Narasi digunakan untuk
mengurutkan peristiwa yang dialami.
Eksposisi digunakan untuk memaparkan
peristiwa dengan menggunakan bahasa
yang lugas dan jelas. Deskripsi digunakan
untuk menggambarkan peristiwa dan
keadaan secara objektif sehingga pembaca
seolah-olah ikut terlibat dalam kehidupan
tokoh. Oleh karena itu, tata tulis dan skema
penulisan pun menggunakan gaya yang
indah dengan pilihan kata dan kalimat yang
tepat.
Langkah-langkah penulisan biografi adalah sebagai berikut.
1. Hubungi tokoh atau keluarga tokoh seperti
tokoh pahlawan, pemimpin organisasi,
pelopor bidang tertentu, dan peraih prestasi
istimewa.
2. Kumpulkan informasi dan data sebanyak
banyaknya seperti biodata, peristiwa yang
dialami, masalah yang ditemukan, dan
pandangan hidup tokoh.
3. Mintalah pendapat tokoh atau keluarga
tokoh. Hal ini dilakukan agar ada validasi
data dan konfirmasi kebenaran dari sumber
asli sehingga tidak menimbulkan masalah.
4. Mulailah menyusun teks biografi,
Penyusunan teks biografi dimulai dengan
mengemukakan hal-hal umum, dilanjutkan
dengan uraian peristiwa, pengalaman yang
dialami dan sikap hidup yang diambil.
Kalimat yang digunakan harus mampu
secara efektif menggambarkan keadaan
yang sebenarnya.
5. Lakukanlah pengeditan, Pengeditan
dilakukan untuk memastikan urutan
peristiwa, gaya penulisan, dan kalimat yang
digunakan telah memenuhi syarat.
6. Siapkan teks editan untuk dicetak atau
diterbitkan.